temanmedia.id, BANJARMASIN – Keinginan untuk mengembangkan dan memperkenalkan budaya Banjar kepada generasi muda menjadi salah satu motivasi Shouma Hunafa (19) dalam mengikuti ajang pemilihan Galuh Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026.
Pada 2025 lalu, keberhasilannya lolos dalam ajang Nanang Galuh Kota Banjarmasin menjadi tiket bagi Shouma untuk melangkah ke tingkat provinsi.
Perempuan asal Kota Banjarmasin ini pun kembali menorehkan prestasi dengan menyabet gelar Galuh Kalimantan Selatan 2026.
Nama Shouma bukan sosok baru di dunia hiburan lokal. Ia dikenal aktif dalam bidang seni, khususnya musik dan perfilman Banjar yang turut mengangkat identitas serta kekayaan budaya daerah.
Di dunia musik, gadis cantik ini juga tergabung sebagai vokalis dalam Band JEF Banjar yang mengusung kesenian dan kebudayaan daerah melalui karya musik.
Bahkan, sejak kecilnya, ia telah membawakan sejumlah lagu Banjar yang mengangkat cerita tentang budaya, pariwisata, hingga kesenian daerah.
Tak hanya bermusik, mahasiswi S1 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin ini juga sering terlibat dalam sejumlah produksi film lokal. Salah satunya film Banjar berjudul Kuyank, di mana ia berperan sebagai adik kandung dari sosok pemeran utama. Yang mana, film tersebut belakangan juga menjangkau penonton di tingkat nasional.
Bagi gadis cantik itu, pencapaiannya sebagai Galuh Kalsel 2026 bukan sekedar gelar, melainkan kesempatan untuk memperluas perannya dalam mengenalkan dan mengembangkan budaya Banjar.
Ia pun berharap amanah tersebut dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan kekayaan budaya Banua kepada generasi muda, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.
“Saya berharap melalui amanah sebagai Galuh Kalimantan Selatan, saya dapat menjadi representasi generasi muda yang mampu memperkenalkan dan membanggakan budaya Banua,” ungkapnya.
Salah satu upaya yang ingin dikembangkannya yakni melalui advokasi seni musik.
Shouma ingin membawa lagu-lagu Banjar lebih dekat dengan generasi muda melalui inovasi dan kolaborasi, sehingga musik daerah tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat terus berkembang mengikuti zaman.
“Sehingga mereka bisa mengenal nilai dan tradisi budaya yang terkandung dalam lagu Banjar yang saya nyanyikan. Harapannya, budaya tersebut tidak hanya lestari di Banua, tetapi juga semakin dikenal hingga tingkat nasional,” tutupnya.
Sebagai informasi, selain Shouma, perwakilan Kota Banjarmasin juga berhasil memborong gelar juara dalam ajang Nanang Galuh Kalsel 2026.
Dari dua pasang perwakilan yang dikirimkan, seluruhnya berhasil meraih prestasi. Pasangan pertama meraih gelar Nanang Wakil I dan Galuh Wakil III, sedangkan pasangan kedua meraih gelar Nanang Wakil III dan Galuh Kalsel 2026 atau Juara I.
Ajang tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan kiprah generasi muda Banjarmasin dalam berkompetisi sekaligus membawa misi pelestarian dan pengembangan budaya Banjar. (Ilh)

Tinggalkan Balasan