temanmedia.id, BANJARMASIN – Sektor perikanan budidaya dan pengolahan hasil perikanan di Kota Seribu Sungai terus mendapatkan dorongan agar semakin mandiri secara ekonomi.
Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) yang menyalurkan paket bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kepada sejumlah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Minggu (1/11/2026).
Penyaluran bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarmasin tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana Salan, serta jajaran pejabat terkait.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa kucuran bantuan sarpras ini dirancang untuk mendongkrak skala usaha perikanan warga agar tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga mampu tumbuh menjadi unit usaha yang produktif dan bernilai tambah.
“Pokoknya, apa yang diberikan Pemerintah Kota ini mudah-mudahan bisa bermanfaat. Ada Pokdakan Bahe’Mart, Poklahsar Andai Jaya Persada, Poklahsar Berkat Usaha, Pokdakan Bangkit Maju Jaya Bersama, dan Pokdakan Karunia Berkah. Harapan kita bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga kelompok-kelompok ini semakin maju,” tutur Yamin saat menyerahkan paket bantuan secara simbolis.
Di sisi lain, Plt Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana Salan, menerangkan bahwa jajarannya tidak hanya menyerahkan bibit dan jala, tetapi juga memberikan peralatan pengolah pakan modern guna memangkas pembengkakan biaya operasional kelompok budidaya.
“Banjarmasin ini kota yang tumbuh di tepian sungai, jadi tingkat konsumsi ikan masyarakatnya harus terus kita pacu sebagai benteng ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Oleh karena itu, penguatan kapasitas produksi KSM dari hulu pembibitan hingga hilir pengolahan menjadi kunci utama.
“Sebagai sebuah kota yang kehidupan masyarakatnya tidak terlepas dari sungai, tentu konsumsi ikan harus terus kita tingkatkan. Melalui bantuan ini, kami berharap kelompok swadaya masyarakat dapat mengembangkan usaha perikanannya agar semakin maju dan produktif,” ungkap Ignasius.
Ia menambahkan, penguatan produksi lokal ini berjalan selaras dengan gerakan Kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang masif disosialisasikan Pemkot Banjarmasin.
Menurutnya, komoditas ikan merupakan sumber protein unggulan yang ideal untuk menggantikan daging ayam tatkala harganya merangkak naik di pasaran.
“Generasi muda dan masyarakat kita harapkan semakin mencintai ikan dan mengonsumsinya dengan baik. Apalagi ketika harga daging ayam sedang tinggi, ikan bisa menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein hewani,” lanjutnya.
Manfaat dari bantuan teknologi tepat guna ini dirasakan langsung oleh pengelola budidaya di lapangan.
Perwakilan penerima bantuan dari Bank Sampah BaheMart sekaligus anggota Pokdakan Melaju Bersama, Ardiansyah, mengungkapkan rasa syukurnya atas paket mesin pembuat pelet pakan ikan yang diterimanya dari pemerintah kota.
“Kalau membeli sendiri, harga mesin pelet pakan ini tentu cukup mahal dan berat buat modal swadaya kelompok kami,” bebernya.
Sehingga keberadaan alat ini pun membuat kelompoknya mampu mengolah limbah sampah organik rumah tangga yang dipadu dengan dedak menjadi pelet lele berkualitas tinggi.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari Pak Wali Kota ini, kami mendapatkan mesin pelet. Kalau membeli sendiri tentu harganya cukup mahal. Mesin ini akan kami manfaatkan untuk mengolah sampah organik yang dicampur dengan dedak menjadi pakan ikan,” tukasnya.
Melalui integrasi antara pengelolaan sampah dan budidaya perikanan ini, Pemkot Banjarmasin optimistis kelompok-kelompok pembudidaya ikan di daerah mampu menekan biaya operasional secara signifikan.
Sinergi ini diharapkan tidak sekadar memperkuat ketahanan pangan warga, tetapi juga menjadi simpul baru penggerak roda ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.

Tinggalkan Balasan