temanmedia.id, BANJARMASIN – Kehilangan seorang ibu di usia lima tahun menjadi ujian berat bagi seorang anak dari keluarga guru honorer di Banjarmasin.

Untuk membantu memastikan pendidikannya tetap berlanjut, Bunda PAUD Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani menyalurkan tabungan pendidikan senilai Rp5 juta melalui program Simpeda Bank Kalsel.

Bantuan tersebut diberikan saat Neli bersama Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR, jajaran Bank Kalsel, dan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mengunjungi rumah keluarga almarhumah di Komplek Bumi Wahyu Utama 9, Banjarmasin Selatan, Jumat (9/10/2026)

Almarhumah diketahui meninggal dunia setelah penyakit asmanya kambuh di tengah kondisi kabut asap. Kepergiannya menyisakan tanggung jawab keluarga untuk memastikan sang anak tetap memperoleh pendidikan yang layak.

Selain tabungan pendidikan, keluarga juga menerima perlengkapan sekolah dan tali asih. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan anak sekaligus menjadi dukungan bagi keluarga yang tengah berduka.

Neli mengatakan, perhatian terhadap anak yang kehilangan orang tua perlu terus diberikan, terutama dalam memastikan akses pendidikan tetap terbuka.

Ia berharap tabungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak hingga ke jenjang berikutnya.

“Kami ingin memastikan anak almarhumah tetap mendapat perhatian, terutama untuk keberlanjutan pendidikannya. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat mendukung anak tersebut melanjutkan sekolah hingga jenjang berikutnya,” ungkap Neli.

Saat ini, anak tersebut masih menempuh pendidikan di TK Dharma Yanti. Keluarga berharap ia nantinya dapat melanjutkan sekolah dasar di kawasan Sungai Andai agar lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Marhamah, nenek dari anak tersebut sekaligus ibu dari almarhumah, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Baginya, dukungan tersebut menjadi penguat bagi keluarga untuk terus mendampingi cucunya, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan setelah kehilangan ibunya.

“Alhamdulillah, kami merasa masih diperhatikan. Terima kasih banyak kepada Bapak Wali Kota, Bunda PAUD, dan semua pihak yang sudah peduli kepada keluarga kami, terutama cucu saya. Semoga bantuan ini menjadi amal ibadah dan cucu saya bisa terus sekolah dengan lancar,” tuturnya.

Kepedulian ini diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan sekolah dalam waktu dekat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak tersebut untuk terus tumbuh dan belajar.

Meski harus menghadapi kehilangan sejak usia dini, dukungan dari keluarga dan berbagai pihak diharapkan dapat menjaga semangatnya dalam meraih masa depan.