temanmedia.id, KALSEL – Sejumlah tokoh Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan refleksi terhadap satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mereka menilai, pemerintahan ini berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus berani melakukan reformasi sistem pemerintahan dari akar terdalam.
Seperti yang disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Zainal Helmie. Ia menilai tingkat kepuasan publik terhadap 100 hari pertama pemerintahan Prabowo mencapai lebih dari 80 persen.
“Angka ini menunjukkan penerimaan yang luar biasa dari masyarakat,” ujarnya.
Helmie juga mengapresiasi kebijakan efisiensi anggaran dan pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Menurutnya, langkah tersebut menjadi momentum agar pemerintah daerah lebih kreatif dan berhati-hati dalam mengelola keuangan.
“Selama ini banyak anggaran habis untuk membuat gapura atau tugu selamat datang, bukan menyentuh kebutuhan masyarakat. Penghematan ini penting agar Pemda sadar dan mau memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua KNPI Kalsel Imam Satria Jati menilai kebijakan efisiensi anggaran merupakan bagian dari upaya memperbaiki sistem pemerintahan dari pondasinya.
“Presiden sedang membenahi kenegaraan ini dari dasar. Kalau anggaran dikelola efisien, maka potensi kebocoran otomatis berkurang,” katanya.
Meski banyak capaian positif, Imam Satria Jati memberi catatan terhadap kebijakan kepemudaan nasional. Ia mendorong agar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dipisah menjadi dua lembaga berbeda demi fokus pembinaan pemuda yang lebih maksimal.
“Selama ini program kepemudaan hanya mendapat porsi sekitar 20 persen, sisanya untuk olahraga. Padahal pengembangan karakter dan kreativitas pemuda seharusnya menjadi prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, dari sisi ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hastin Umi Anisah menyebut kinerja ekonomi Indonesia masih solid dengan pertumbuhan di kisaran 4,8-5,1 persen serta inflasi yang tetap terkendali.
Menurutnya, daya tahan ekonomi nasional ditopang oleh kekuatan sumber daya alam dan peran besar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Terkait program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG), Umi Anisah menilai kebijakan tersebut ambisius namun berpotensi besar membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Kalau dibandingkan Jepang, mereka butuh 20 tahun membangun sistem serupa. Indonesia menargetkan dua tahun-ini luar biasa. Tapi semoga pelaksanaannya bisa melibatkan UMKM lokal dan kantin sekolah daerah agar manfaatnya merata,” ujarnya.
Sebagai penutup refleksi satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, para tokoh Banua menegaskan pentingnya stabilitas politik, penegakan hukum, serta partisipasi publik dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
Mereka juga mendorong masyarakat dan media di Kalimantan Selatan untuk terus berperan aktif mengawasi dan memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, agar semangat reformasi benar-benar sampai hingga ke daerah.

Tinggalkan Balasan