temanmedia.id, BANJARMASIN – SMA Islam Insan Madani Banjarmasin bekerja sama dengan Tim Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Pendidikan Biologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar pelatihan pengelolaan sampah berbasis lingkungan lahan basah bagi siswa.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui dunia pendidikan.

Tim PDWA Pendidikan Biologi FKIP ULM bersama siswa SMA Islam Insan Madani Banjarmasin berfoto bersama usai mengikuti pelatihan pengelolaan sampah berbasis lingkungan lahan basah dan praktik pembuatan kompos.

Pelatihan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam mengelola sampah organik dan anorganik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Kepegawaian FKIP ULM sekaligus Ketua Tim PDWA, Dr. Dharmono, M.Si., mengatakan pendidikan lingkungan harus mampu membentuk kebiasaan nyata yang berdampak langsung terhadap perilaku peserta didik.

“Siswa perlu dibekali tidak hanya pemahaman, tetapi juga keterampilan dalam memilah dan mengolah sampah agar dapat diterapkan secara langsung di lingkungan mereka,” ujarnya.

Sebagai dukungan program, tim PDWA juga menyerahkan sarana pengelolaan sampah berupa bak sampah terpilah, komposter, serta bahan pendukung seperti EM4 dan molase.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran sekaligus praktik pengolahan sampah bagi siswa.

Kepala SMA Islam Insan Madani Banjarmasin, Heri Siswanto, S.E., mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

“Kami berharap siswa dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, siswa terlibat langsung dalam praktik pengolahan sampah organik melalui pembuatan kompos menggunakan komposter dengan bantuan EM4 dan molase sebagai aktivator mikroorganisme.

Materi pelatihan juga menyoroti pentingnya karakteristik lingkungan lahan basah dalam pengelolaan sampah, di mana kondisi tanah yang jenuh air memerlukan metode khusus agar tidak menimbulkan pencemaran.

Kegiatan ini juga dilengkapi pemutaran video edukatif, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa.

Melalui kegiatan ini, PDWA FKIP ULM berharap siswa dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan serta menumbuhkan budaya peduli sampah dan menjaga kelestarian ekosistem lahan basah di Kalimantan Selatan. (Ilh)