temanmedia.id, BANJARMASIN – Belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Taman Edukasi dan Satwa Jahri Saleh menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak PAUD dan TK di Kota Banjarmasin untuk mengenal literasi sekaligus lingkungan melalui kegiatan yang menyenangkan.

“Anak-anak bisa membaca dengan happy di lingkungan taman, sekaligus melihat secara langsung hewan-hewan yang ada di Taman Edukasi dan Satwa Jahri Saleh,” ujar Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, di sela pencanangan program Jelajah Literasi Bersama Bunda PAUD, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Neli, pendekatan belajar yang dikemas melalui aktivitas bermain dan mengenal lingkungan dapat membuat anak lebih mudah menikmati proses literasi.

Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya mengajak anak membaca, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui dongeng, permainan edukatif, serta pengenalan satwa.

“Kami ingin mengenalkan jelajah literasi di lingkungan, sehingga dapat menumbuhkan minat baca anak,” katanya.

Program Jelajah Literasi Bersama Bunda PAUD tersebut merupakan hasil kolaborasi Bunda PAUD Kota Banjarmasin dengan Dinas Perhubungan dan pengelola Taman Edukasi dan Satwa Jahri Saleh.

Kegiatan perdana itu diikuti ratusan anak TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara yang diajak belajar sambil bermain di kawasan taman.

“Hari ini kita mengundang anak-anak PAUD yang ada di Kota Banjarmasin untuk mengikuti kegiatan literasi dengan suasana yang lebih menyenangkan dan edukatif,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kegiatan literasi di Taman Jahri Saleh sebenarnya telah berjalan sebelumnya melalui kehadiran mobil pintar perpustakaan keliling setiap Minggu sore.

Program tersebut kemudian dikembangkan agar aktivitas membaca dapat dipadukan dengan kegiatan edukatif lainnya di lingkungan taman.

“Ke depan, program ini akan melibatkan Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan secara bergantian untuk mendongeng bagi anak-anak yang datang,” jelasnya.

Keterlibatan Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan diharapkan membuat kegiatan literasi semakin dekat dengan masyarakat.

Selain membaca, anak-anak nantinya dapat memperoleh pengalaman melalui dongeng dan berbagai aktivitas yang mendorong kreativitas serta rasa ingin tahu mereka.

“Melihat antusias anak-anak yang hadir, mereka sangat senang bermain sambil belajar,” ungkapnya.

Ia menilai momentum Hari Anak Nasional 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas gerakan literasi anak melalui konsep yang lebih interaktif.

Dengan memanfaatkan ruang terbuka dan lingkungan sekitar, literasi diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang hanya dilakukan di sekolah atau di rumah.

“Kita berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara rutin setiap pekan dan semakin banyak anak yang mendapatkan pengalaman belajar seperti ini,” pungkasnya.

Melalui Jelajah Literasi Bersama Bunda PAUD, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap budaya membaca dapat tumbuh sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.

Anak-anak pun diharapkan semakin dekat dengan buku, lingkungan, serta berbagai pengalaman positif yang mendukung tumbuh kembang mereka.