PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya mulai memperkuat upaya antisipasi menghadapi musim hujan. Salah satunya melalui pembersihan lingkungan dan saluran drainase di sejumlah wilayah guna mencegah munculnya genangan air hingga banjir akibat saluran yang tersumbat.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyampaikan hal tersebut setelah memimpin rapat evaluasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), penetapan status transisi pemulihan, serta koordinasi Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) di Aula Kantor BPBD Kota Palangka Raya, Jumat (6/11/2026).

Zaini mengatakan, memasuki musim hujan, pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan yang dapat terjadi seiring meningkatnya intensitas curah hujan. Sejumlah ruas jalan pun telah ditinjau untuk memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik dalam menampung dan mengalirkan air.

“Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah saluran drainase mengalami pendangkalan akibat penumpukan pasir, lumpur, serta pertumbuhan semak belukar. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Palangka Raya telah mengerahkan sejumlah dinas terkait untuk membersihkan sekaligus melakukan normalisasi saluran drainase. Upaya tersebut juga diperkuat melalui kegiatan kerja bakti bersama yang melibatkan seluruh perangkat daerah.

Zaini berharap langkah antisipasi tersebut dapat menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase di Kota Palangka Raya tetap berfungsi optimal. Dengan demikian, risiko terjadinya genangan ketika curah hujan meningkat dapat diminimalkan.

“Kita berharap ketika curah hujan meningkat, tidak terjadi genangan yang mengkhawatirkan maupun menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” pungkasnya.