temanmedia.id, BANJARMASIN – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Banjarmasin memperkuat sinergi dalam menyampaikan informasi terkait kondisi dan pemulihan kelistrikan kepada masyarakat.
Sinergi tersebut dengan fokus memastikan informasi mengenai penanganan gangguan listrik dapat diterima masyarakat secara jelas, akurat, dan mudah dipahami, dilakukan melalui pertemuan di RRI Banjarmasin, Selasa (18/8/26).
Asisten Manajer Keuangan dan Umum (Asman KU) PLN UP3 Banjarmasin Mujianto, Manajer ULP Lambung Mangkurat Indi Chrisna Wijaya, serta Manajer ULP Ahmad Yani Rizal Bima Bayuaji.
Sementara RRI Banjarmasin diwakili Ketua LKB DPC Banjarmasin, Irsa Setiawan H, SH, MH, CMC.
Asman KU UP3 Banjarmasin Mujianto mengatakan, proses pemulihan kelistrikan membutuhkan koordinasi dan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum jaringan kembali dinormalkan.
“PLN memahami bahwa listrik merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat. Karena itu, setiap kondisi gangguan maupun proses pemulihan menjadi perhatian serius bagi kami. Tim PLN terus melakukan penanganan secara bertahap, terukur, dan dengan tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Mujianto.

Menurutnya, petugas terlebih dahulu memastikan kondisi jaringan dan peralatan aman sebelum melakukan penormalan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah risiko terhadap pelanggan maupun petugas di lapangan.
Mujianto juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati atau menyentuh jaringan listrik yang mengalami gangguan, termasuk kabel yang jatuh maupun instalasi dalam kondisi tidak normal.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Apabila menemukan jaringan atau instalasi kelistrikan yang mengalami gangguan, jangan disentuh atau didekati. Segera informasikan kepada PLN melalui kanal layanan resmi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LKB DPC Banjarmasin Irsa Setiawan H, SH, MH, CMC menilai komunikasi publik menjadi bagian penting dalam menyampaikan perkembangan pemulihan kelistrikan kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dengan PLN dapat membantu memperluas informasi sehingga masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus memahami langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi gangguan listrik.
“RRI memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang memberikan pemahaman kepada masyarakat. Dalam situasi pemulihan kelistrikan, informasi yang akurat dan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sangat penting,” ungkap Irsa.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat Banjarmasin untuk tetap mengedepankan ketenangan, keselamatan, dan kepedulian bersama. Jika terdapat informasi mengenai gangguan kelistrikan, masyarakat sebaiknya mengacu pada sumber resmi dan menyampaikan laporan melalui kanal yang tepat,” lanjutnya.
Melalui sinergi PLN dan RRI Banjarmasin, penyampaian informasi mengenai kondisi kelistrikan diharapkan semakin terbuka dan mudah diakses masyarakat.
PLN juga mengajak pelanggan memberikan akses kepada petugas saat melakukan pemeriksaan serta segera melaporkan gangguan melalui kanal layanan resmi. Keselamatan pelanggan, masyarakat, dan petugas tetap menjadi prioritas dalam setiap proses penanganan jaringan listrik.

Tinggalkan Balasan