temanmedia.id, BANJARMASIN – Lapangan Tenis Komplek Dharma Praja menjadi saksi berlangsungnya Kejuaraan Tenis Peradi Cup 2026 yang tak hanya menonjolkan persaingan di lapangan, tetapi juga mengusung pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Ajang yang merupakan bagian dari peringatan HUT ke-21 Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) sekaligus rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin ini diikuti sebanyak 133 peserta dari berbagai wilayah di Kalimantan.

Selama tiga hari pelaksanaan, 24–26 April 2026, empat kategori pertandingan dipertandingkan guna mempererat kebersamaan antaradvokat.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa profesi advokat memiliki peran strategis, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai teladan di tengah masyarakat.

Menurutnya, advokat diharapkan mampu menjadi pelopor dalam perubahan perilaku, termasuk dalam pengelolaan sampah dari lingkup rumah tangga.

“Para advokat harus bisa memberi contoh, mulai dari kebiasaan sederhana seperti mengurangi, memilah, hingga mengolah sampah,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia mengakui bahwa mengubah kebiasaan bukan perkara mudah, namun langkah tersebut harus dimulai dari diri sendiri agar dapat memberi dampak lebih luas.

“Apalagi, pengelolaan sampah mandiri memiliki potensi besar, seperti pemanfaatan sampah organik menjadi kompos untuk mengurangi beban sampah kota,” jelasnya.

Sehingga ia pun berharap kegiatan olahraga ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi turut memberikan nilai edukasi bagi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Banjarmasin, Edi Sucipto, menilai momentum peringatan HUT Peradi dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas antaranggota. Ia menyebut olahraga tenis menjadi media yang tepat untuk menanamkan nilai disiplin, strategi, kerja keras, dan integritas.

“Nilai-nilai dalam olahraga sangat relevan dengan prinsip yang harus dimiliki seorang advokat,” ungkapnya.

Melalui kejuaraan ini, diharapkan tidak hanya melahirkan atlet tenis yang kompetitif, tetapi juga mempererat hubungan antaranggota Peradi, khususnya di Kalimantan Selatan, sekaligus mendorong kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan.