temanmedia.id, BANJARMASIN – Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah turut menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk para pelaku usaha di daerah.
Menyikapi kondisi tersebut, MC (Master of Ceremony) sekaligus pengusaha muda di Banua, Henny Etzelina membagikan pandangannya terkait tantangan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, Henny mengungkapkan bahwa dampak konflik global dapat memengaruhi kondisi ekonomi yang pada akhirnya dirasakan oleh para pelaku usaha, termasuk UMKM.
Sebagai seorang pengusaha, ia mengaku turut merasakan kekhawatiran terhadap situasi yang berkembang. Namun demikian, ia menilai kondisi tersebut tidak seharusnya disikapi dengan kepanikan berlebihan.
Menurutnya, berbagai tantangan ekonomi yang muncul justru dapat menjadi momentum bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola bisnis serta mencari peluang-peluang baru yang lebih kreatif.
“Sebagai pelaku UMKM tentu ada keresahan yang dirasakan. Namun tantangan ini juga bisa menjadi pembelajaran agar kita semakin piawai dalam menjalankan usaha,” ujar Owner Amours Coffe ini.
Dalam pesannya kepada sesama pelaku usaha, Henny menekankan pentingnya mengelola keuangan secara bijak, menjaga optimisme, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” agar tidak ikut menyebarkan informasi yang dapat memicu kepanikan di tengah situasi yang belum pasti.
Di akhir pesannya, Henny optimistis para pelaku usaha Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Dengan kreativitas, inovasi, dan semangat beradaptasi, ia meyakini UMKM dapat terus berkembang sekaligus berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan