temanmedia.id, BANJARMASIN – Lapangan mini soccer menjadi ruang bagi jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mempererat hubungan kerja sekaligus membangun kekompakan antarsatuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Mini Soccer Wali Kota Cup 2026 yang digelar di Upik Mini Soccer Banjarmasin, Jumat (21/8/2026).

Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin dan berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026).

Sebanyak 17 tim dari SKPD di lingkungan Pemkot Banjarmasin ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Meski membawa nama masing-masing instansi, pertandingan diarahkan tidak semata-mata mengejar kemenangan, melainkan menjadi wadah untuk membangun kebersamaan di antara pegawai.

Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR mengatakan kegiatan olahraga tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga besar Pemkot Banjarmasin untuk berkumpul dan bersilaturahmi dalam suasana yang lebih santai.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan pembukaan kegiatan Mini Soccer antara SKPD dalam rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin yang kelima abad, 500 tahun,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan harus tetap menjadi prioritas selama pertandingan. Karena itu, seluruh pemain diminta menjaga sportivitas serta memperhatikan keselamatan agar kompetisi tidak menimbulkan persoalan baru.

“Tentu kegiatannya, harapannya kita di sini adalah keluarga besar Pemerintah Kota Banjarmasin. Tentunya harus bermain dengan sportif dan juga harus menjaga keselamatan daripada pemain itu sendiri,” katanya.

Menurut Yamin, pertandingan antarsesama SKPD seharusnya tidak menjadi alasan munculnya perselisihan. Ia meminta para peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana hiburan sekaligus memperkuat hubungan antarkaryawan di lingkungan Pemkot Banjarmasin.

“Karena kita adalah keluarga besar, kita hanya happy di sini. Jadi tidak ada yang dapat memicu keributan antara pemain maupun antara SKPD,” tegasnya.

Di sisi lain, pelaksanaan Mini Soccer Wali Kota Cup tahun ini juga disertai evaluasi terhadap keikutsertaan peserta. Salah satunya dengan tidak dilibatkannya Satpol PP Banjarmasin dalam kompetisi setelah terjadi insiden pada pelaksanaan tahun sebelumnya.

Yamin menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Tahun ini juga ada minusnya, SKPD Satpol PP tidak ikut karena tahun kemarin ada keributan. Jadi di-skorsing dulu, nanti tahun depan baru bisa main lagi,” jelasnya.

Ia berharap keputusan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh peserta agar mampu mengendalikan emosi dan tetap menjaga citra Pemerintah Kota Banjarmasin dalam setiap kegiatan.

Yamin menambahkan, semangat utama dalam kejuaraan tersebut bukan sekadar menentukan tim terbaik, tetapi bagaimana seluruh peserta dapat merayakan Hari Jadi ke-500 Banjarmasin dalam suasana penuh kekeluargaan.

“Artinya, ini bukan hal yang memberi pelajaran bahwa kita ini satu Pemerintah Kota, satu keluarga besar. Kita hanya ingin merayakan Hari Jadi Kota Banjarmasin, berkumpul bersama,” ungkapnya.

Kejuaraan yang hanya mempertemukan tim dari lingkungan SKPD Pemkot Banjarmasin tersebut diharapkan dapat menjadi sarana membangun komunikasi informal antarpeserta. Dengan begitu, hubungan kerja dan koordinasi antarinstansi diharapkan semakin solid.

“Kita tentunya berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar, sukses, dan menambah erat tali silaturahmi antara keluarga besar Pemerintah Kota Banjarmasin,” pungkasnya.