temanmedia.id, BANJARMASIN – Warga Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kini kembali bisa melintasi Jembatan Banyiur setelah penanganan terhadap bagian jembatan yang sempat mengalami penurunan selesai dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Penanganan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banjarmasin rampung pada Kamis (10/9/2026), setelah sebelumnya lantai jembatan mengalami penurunan sekitar 20 sentimeter pada 2 September 2026.
Selama proses penanganan, akses kendaraan di jembatan tersebut dibatasi. DPUPR kemudian melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi konstruksi sekaligus menentukan langkah pemeliharaan yang diperlukan.
Kepala UPTD Pemeliharaan serta Perbaikan Jalan dan Jembatan DPUPR Kota Banjarmasin, Fuad Hasan, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan bagian yang mengalami penurunan masih dapat ditangani melalui pekerjaan pemeliharaan.
“Kami langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan pada bagian yang mengalami penurunan. Hari ini pekerjaan sudah selesai dan jembatan kembali dapat digunakan masyarakat,” ujar Fuad.
Menurutnya, kondisi Jembatan Banyiur sebelum kejadian tersebut masih terpantau cukup baik berdasarkan survei rutin tahunan yang dilakukan DPUPR.
“Penurunan baru terjadi setelah kendaraan dengan tonase berlebih melintas dan berdampak pada salah satu bagian konstruksi jembatan,” lanjutnya.
Setelah pekerjaan dinyatakan selesai, akses masyarakat kembali dibuka dan aktivitas melintas di Jembatan Banyiur berangsur normal.
Namun, Pemko Banjarmasin tetap memberikan pembatasan terhadap kendaraan berat.
“Rambu larangan melintas bagi kendaraan dengan tonase lebih dari 5 ton telah dipasang di sekitar jembatan,” ungkapnya.
Pemasangan rambu tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi jembatan sekaligus mencegah kerusakan kembali akibat kendaraan yang membawa beban melebihi batas.
Pemko Banjarmasin mengingatkan pengguna jalan untuk tidak mengabaikan ketentuan tersebut.
“Masyarakat diminta mengikuti rambu yang telah dipasang dan tidak memaksakan kendaraan berbeban lebih untuk melintas,” pungkasnya.
Dengan selesainya penanganan, Jembatan Banyiur kini kembali berfungsi sebagai akses masyarakat. Meski demikian, kepatuhan terhadap batas tonase tetap diperlukan agar keamanan dan keberlangsungan fungsi jembatan dapat terjaga.

Tinggalkan Balasan