temanmedia.id, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat patroli udara dan patroli darat untuk mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki puncak musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini agar titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan patroli terpadu dilaksanakan setiap hari di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

“Patroli terpadu kami lakukan setiap hari untuk memantau wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran. Begitu ditemukan hotspot atau indikasi titik api, tim di lapangan langsung melakukan pengecekan dan penanganan agar api tidak meluas,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, BPB-PK Kalteng mengerahkan empat unit helikopter untuk patroli udara serta 238 personel gabungan yang berasal dari BPB-PK, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur terkait lainnya untuk melaksanakan patroli darat maupun penanganan di lapangan.

Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana (Posko PDB) Karhutla BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah per 21 Juli 2026 pukul 18.00 WIB, terpantau sebanyak 117 hotspot di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Selain itu, tercatat 30 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 27,09 hektare.

Menurut Ahmad Toyib, kecepatan mendeteksi dan menangani titik api menjadi kunci utama untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pencegahan karhutla. Apabila menemukan titik api maupun kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti. Pencegahan tetap menjadi langkah yang paling efektif dalam menghadapi musim kemarau,” tegasnya.

BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah memastikan koordinasi bersama seluruh unsur penanggulangan bencana terus diperkuat agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla berjalan optimal.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap luas area terdampak kebakaran maupun potensi kabut asap selama musim kemarau dapat ditekan semaksimal mungkin.