temanmedia.id, BANJARMASIN – Mengantisipasi tingginya risiko kecelakaan kerja dan ancaman penyakit di sektor pengelolaan limbah, tim akademisi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP ULM) menggelar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi kelompok pemilah serta pengangkut sampah di Kelurahan Alalak Tengah sepanjang bulan Agustus 2026.
Kegiatan edukatif ini terlaksana melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Ditjen Risbang Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026.

Tim pengabdian ini diketuai oleh Tika Puspita Widya Rini, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. Ali Rachman, M.Pd., dan Nurul Hidayati Utami, M.Pd.
Tekan Risiko Bahaya Fisik dan Penyakit
Ketua Tim Pengabdian FKIP ULM, Tika Puspita Widya Rini, S.Pd., mengatakan edukasi K3 diberikan untuk meningkatkan kesadaran para pekerja terhadap berbagai risiko yang dihadapi saat melakukan pemilahan dan pengangkutan sampah.
“Kami ingin para pekerja tidak hanya memahami potensi bahaya di lingkungan kerja, tetapi juga terbiasa menerapkan prosedur keselamatan, terutama menggunakan APD dan melakukan pemilahan sampah dengan cara yang lebih aman,” ujarnya, Kamis (20/8/26).

Dalam kesehariannya, para pemilah sampah harus berhadapan langsung dengan limbah rumah tangga yang belum terpisah dari sumbernya.
Potensi tertusuk serpihan kaca, tumpukan besi tajam, hingga tusuk sate menjadi ancaman nyata setiap harinya.
Selain cedera fisik, paparan bau menyengat dari sisa sampah organik rentan memicu gangguan pernapasan dan penyakit kulit.
Guna menekan potensi bahaya tersebut, tim FKIP ULM memberikan pembekalan secara sistematis dan bertahap, mulai dari pemahaman teori identifikasi bahaya, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga praktik langsung pemilahan sampah yang aman di lokasi kerja.
Respon Positif dan Harapan Keberlanjutan
Inisiatif ini disambut baik oleh para peserta di lapangan. Fery Faradhian Johan, selaku Kepala Kelompok Pemilah Sampah Alalak Tengah, mengungkapkan pentingnya pembekalan ini bagi keselamatan anggotanya.

“Selama ini kami bekerja tanpa menyadari besarnya risiko bahaya tusukan benda tajam atau dampak bau sampah bagi kesehatan. Pembekalan dari tim FKIP ULM ini sangat membantu membuka pemahaman kami tentang pentingnya disiplin memakai APD dan menerapkan pemilahan yang aman,” ujar Fery.
Sementara itu, Lurah Alalak Tengah, Muhammad Noor Ariansyah, S.STP, menekankan pentingnya keberlanjutan dari hasil pelatihan ini. Menurutnya, pemahaman K3 tidak boleh berhenti sebatas agenda pelatihan, melainkan harus dibentuk menjadi kebiasaan harian.
“Saran saya kedepannya agar terus dilakukan monitoring secara berkala serta koordinasi berlanjut antara kelompok pemilah dan pihak terkait agar penerapan APD serta prosedur kerja aman dapat berjalan secara konsisten dalam jangka panjang,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan