temanmedia.id, BANJARMASIN – Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha untuk terus beradaptasi, termasuk kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK.

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota UP2K PKK se-Kota Banjarmasin di Aula Rumah Kemasan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti perwakilan kader UP2K PKK dari lima kecamatan dan 52 kelurahan.

Selain memperkuat kemampuan administrasi, pelatihan juga difokuskan pada peningkatan keterampilan pemasaran digital agar produk-produk UP2K mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana, mengatakan pola pemasaran saat ini telah mengalami perubahan yang signifikan. Karena itu, para pelaku usaha perlu memahami berbagai strategi promosi yang memanfaatkan teknologi digital.

“Pemasaran masa kini sudah berubah polanya dari yang konvensional menjadi digital, makanya kita mendorong mereka untuk dapat mengasah keterampilan dengan materi-materi fresh seperti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), kemudian kemampuan praktik foto produk hingga konten video promosi menggunakan gawai,” ujarnya.

Menurut Rizki, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas administrasi kelompok UP2K, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk-produk unggulan yang dihasilkan kader PKK.

“Kemampuan membuat foto produk yang menarik, memanfaatkan media sosial, hingga memahami teknologi berbasis AI menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing usaha,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menilai kader UP2K memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi berbasis rumah tangga.

“Kader UP2K PKK adalah ujung tombak ekonomi berbasis rumah tangga. Makanya pelatihan ini tidak hanya soal memenuhi kewajiban administrasi kesiapan lomba UP2K, tetapi juga untuk memperkuat branding produk dan daya tarik promosi mereka,” katanya.

Menurut Tezar, keberhasilan sebuah produk saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas barang yang ditawarkan, tetapi juga kemampuan pelaku usaha membaca kebutuhan pasar.

Ia mengingatkan para peserta agar mampu memahami tren dan permintaan konsumen sehingga produk yang dihasilkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

“Produk bukan lagi soal apa yang kita inginkan tapi apa yang dibutuhkan pasar. Ini harus jadi perhatian kita bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia pun berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata setelah kegiatan berakhir. Ia menekankan bahwa pelatihan harus menghasilkan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan keluarga maupun kelompok usaha yang dikelola para kader.

“Artinya bukan sekadar ikut pelatihan. Tetapi setelah dari sini ada pemahaman dan hasil yang dapat langsung diaplikasikan untuk menunjang kesejahteraan dan pendapatan keluarga serta kelompok kerja anggota,” tutupnya.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kader UP2K PKK tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan pemasaran yang lebih modern sehingga dapat bersaing di era digital dan memperkuat perekonomian keluarga maupun daerah.