temanmedia.id, BANJARMASIN — Peringatan puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Kalimantan Selatan membawa pesan mendalam bagi penyelamatan masa depan generasi muda.

Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, momentum ini dimanfaatkan Pemprov Kalsel dan BNNP Kalsel untuk memperkuat benteng perlindungan anak dari bahaya laten narkotika.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menegaskan bahwa ancaman narkoba terhadap generasi muda sudah sangat nyata.

Saat menghadiri acara puncak di Kantor BNNP Kalsel, Kamis (23/7/2026), ia menekankan pentingnya menjaga anak-anak agar tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul.

Hasnuryadi menyampaikan bahwa momentum HANI yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat krusial untuk melindungi generasi penerus dari lingkaran setan narkotika.

“Saya hadir mewakili Gubernur bersama Forkopimda. Kita berharap Hari Anti Narkotika Internasional ini tidak hanya menjadi sebuah seremonial, tetapi menjadi motivasi bersama untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika,” ujar Hasnuryadi.

Ia menambahkan bahwa sinergi kuat dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.

“Langkah ini sangat vital agar Bumi Antasari mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, sehat, berkarakter, serta terbebas dari penyalahgunaan barang haram tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol. Asep Taufik, menyoroti betapa maraknya ancaman narkotika yang kini menyasar berbagai tingkatan usia.

“Peringatan HANI dimajukan dari jadwal semula (26 Juni) menjadi 23 Juli sesuai dengan arahan langsung dari Kepala BNN RI,” katanya.

Asep menegaskan bahwa tujuan utama perayaan ini adalah menyadarkan masyarakat luas mengenai dampak buruk narkotika yang kian meresahkan.

Menurutnya, penanggulangan bahaya narkoba tidak akan berhasil jika hanya dibebankan kepada satu atau dua instansi semata.

“Karena itu, penanggulangannya tidak hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua instansi, tetapi menjadi kewajiban kita semua,” tukasnya.