temanmedia.id, BANJARMASIN – Semangat pelestarian budaya lokal ditunjukkan ratusan generasi muda dalam pagelaran MUCIBU FEST (Muda Cinta Budaya Fest) 2026 yang digelar Sanggar Ayu Putri di Balairung Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan, Sabtu (13/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi panggung bagi para penari muda untuk menampilkan kemampuan seni sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR hadir membuka kegiatan dan memberikan apresiasi atas konsistensi Sanggar Ayu Putri dalam membina generasi muda melalui seni dan budaya. Menurutnya, upaya pelestarian budaya memerlukan ruang yang mampu menjembatani kreativitas anak muda dengan warisan budaya daerah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sanggar Ayu Putri. Ini adalah wadah ekspresi, edukasi, dan pelestarian yang luar biasa bagi generasi muda kita,” ujarnya.

Kehadiran Wali Kota didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan seni budaya yang tumbuh dari komunitas dan melibatkan partisipasi generasi muda.

Ketua Sanggar Seni Ayu Putri, Ayu Putriyana, menjelaskan bahwa MUCIBU FEST 2026 merupakan hasil proses pembinaan dan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan. Pergelaran tahun ini melibatkan lebih dari 100 penari yang berasal dari berbagai kelompok usia dan kelas pembinaan.

Ia mengatakan sebanyak 82 penari dari enam kelas tari tampil dalam pergelaran tersebut, dipadukan dengan 25 penari dari Pergelaran Sangu Pagandut yang turut memeriahkan acara.

Beragam tarian khas daerah ditampilkan, mulai dari Kelas Baksa Kembang, Radap Rahayu, Anak Pipit, Anum Bajapin, Igal Banyiru hingga Dayak Kreasi. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para penonton yang memadati lokasi kegiatan.

Menurut Ayu Putriyana, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menampilkan hasil latihan para peserta, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.

“MUCIBU FEST menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk terus mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah melalui seni tari,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua, pembina, pelatih, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dukungan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembinaan seni budaya yang dilakukan Sanggar Ayu Putri.

Keberhasilan penyelenggaraan MUCIBU FEST 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bank Indonesia, Pemerintah Kota Banjarmasin, Kesultanan Banjar, dan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) Kota Banjarmasin.

Melalui kegiatan tersebut, para penari muda menunjukkan bahwa seni dan budaya daerah tetap memiliki tempat di hati generasi muda serta mampu berkembang secara kreatif tanpa kehilangan nilai-nilai tradisi yang diwariskan para pendahulu.