temanmedia.id, BANJARMASIN – Program Kolaborasi Penanganan Sampah Berbasis Komunitas yang diinisiasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama PT Pelindo Terminal Petikemas mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, khususnya masyarakat Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Telaga Biru, Enny Agustini. Ia menilai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari kick off, sosialisasi, Forum Group Discussion (FGD), pelatihan fasilitator dan kader lingkungan, hingga realisasi bantuan berupa bak sampah dan komposter, sangat berdampak positif bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada ULM serta PT Pelindo Terminal Petikemas yang telah berperan aktif memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat di wilayah kami,” ujar Enny.
Menurutnya, seluruh materi dan pendampingan yang diberikan memiliki nilai penting dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah, terlebih dengan terbentuknya fasilitator dan kader lingkungan di tingkat kelurahan.
“Penggiat lingkungan ini memang harus memahami cara memilah sampah dengan baik dan benar. Saat ini sebenarnya masyarakat sudah mulai memilah, hanya saja masih ada sebagian warga yang belum konsisten,” jelasnya.
Enny berharap seluruh pelatihan dan bantuan yang telah diberikan oleh ULM dan PT Pelindo Terminal Petikemas dapat dimanfaatkan secara optimal serta dirawat bersama oleh masyarakat demi keberlanjutan program.
Hal senada juga disampaikan Ketua Karang Taruna Cempaka Raya, Sulistyo. Ia menilai program tersebut sangat positif dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat. Harapannya, kader-kader lingkungan yang sudah dibentuk dapat berperan aktif dan mengoptimalkan ilmu yang didapat untuk langsung diterapkan di masyarakat,” ujar sosok Ketua RW itu.
Ia menambahkan, selama ini salah satu kendala utama dalam pengelolaan sampah di lingkungan warga adalah minimnya pendampingan berkelanjutan.
Oleh karena itu, ia menilai keberadaan fasilitator dan kader lingkungan sangat penting untuk turun langsung ke masyarakat.
“Pendampingan harus dilakukan secara intens, bukan hanya seremonial. Pendekatannya juga dari hati ke hati, agar kesadaran menjaga kebersihan muncul dari diri sendiri, keluarga, hingga menular ke lingkungan,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan kendala dan keterbatasan sarana prasarana, serta rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola sampah, masih menjadi tantangan utama.
Sehingga ia berharap dari apa yang sudah diberikan dan disampaikan melalui program ini benar-benar membawa perubahan agar masyarakat menjadi lebih baik dan lingkungan semakin bersih.
Respon positif juga muncul dari Ketua RT 24 Kelurahan Telaga Biru, Rima. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program kolaborasi tersebut, terutama dalam meningkatkan kesadaran warga di lingkungannya terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
“Kami di tingkat RT sangat merasakan manfaatnya. Warga jadi lebih paham bagaimana memilah sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Bantuan sarana yang diberikan juga sangat membantu,” ujarnya.
Rima berharap program ini dapat terus berlanjut dan mendapat pendampingan berkesinambungan agar perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dapat berjalan secara konsisten.
Program Penanganan Sampah Berbasis Komunitas yang Diinisasi oleh ULM
Dalam program ini, tim ULM yang terdiri dari Dr. Irwansyah, S.Sos, M.Si selaku Ketua Tim Kegiatan, dan anggota tim Dr Maya Sari Dewi, S.Sos, MM, Chandra, S.Pi, M.Si, dan Fathur Rahman, S.AB, M.AB, serta sejumlah mahasiswa diantaranya yakni, Muhammad Ilham, Akhmad Zainul Arifin, Stephen Vincent Nathail Sitorus, Vety Fatimah, Royani, dan Kirana Dewi.
Tak hanya itu, dalam program tersebut, ULM juga menggandeng Karang Taruna Kota Banjarmasin sebagai mitra mendukung berbagai kegiatan tersebut.
Sebelumnya, Ketua Tim Kegiatan ULM, Dr. Irwansyah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Pelindo Terminal Petikemas.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi terhadap permasalahan sosial di Masyarakat.
“Program ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dan dosen ULM, sekaligus bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah,” ungkapnya.
Rangkaian Kegiatan Program Penanganan Sampah yang Diinisiasi oleh ULM
Adapun dalam Program Kolaborasi antara Universitas Lambung Mangkurat dan PT Pelindo Terminal Petikemas digelar dalam beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya yakni:
1. Peluncuran Program Kick Off Penanganan Darurat Sampah Berbasis Komunitas

Kick Off Penanganan Darurat Sampah Berbasis Komunitas ini dilakukan di lingkungan Kelurahan Telaga Biru, pada Kamis (9/10/25).
Acara kick-off program dihadiri oleh SVP Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas Raden Mas Kumara Anindhita Widyaswendra, Terminal Head Petikemas Banjarmasin Sirin Purnomo, Ketua Tim Pelaksana dari LPPM ULM Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si., serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love.
Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan ini menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai mitra pendamping dalam edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu penanganan krisis sampah pasca penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPAS) Basirih pada Februari 2025 lalu.
Akibat penutupan TPAS, sistem pembuangan sampah di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin terganggu dan menimbulkan tumpukan sampah rumah tangga.
Melalui program ini, Pelindo Terminal Petikemas berupaya memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Sebelumnya dalam sambutannya, Widyaswendra menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencari solusi berkelanjutan untuk persoalan lingkungan.
“Krisis sampah ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga berdampak sosial dan ekonomi. Pelindo Terminal Petikemas hadir untuk membantu masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Kami percaya, perubahan besar lahir dari gotong royong. Karena itu, kami menggandeng perguruan tinggi dan komunitas lokal agar tercipta ekosistem pengelolaan sampah yang adaptif,” imbuhnya.
2. Pembagian Kuesioner untuk Mengetahui Permasalahan dan Kendala Warga

Universitas Lambung Mangkurat yang dalam program ini melibatkan mahasiswa untuk ikut terlibat. Mahasiswa diminta untuk melakukan pembagian kuesioner untuk mengetahui permasalahan yang dialami oleh warga dalam menjaga kebersihan terutama mengelola sampah rumah tangga dan lingkungannya.
3. Pembekalan Sosialisasi kepada Warga

Pada Rabu (19/11/25), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penanganan Sampah Berbasis Komunitas di Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Kick Off Program kolaborasi ULM dan PT Pelindo Terminal Petikemas yang dimulai pada 9 Oktober 2025.
Sosialisasi diikuti puluhan peserta dari unsur Ketua RT, kader lingkungan, Karang Taruna, PKK, dan tokoh masyarakat.
Peserta menerima pemaparan materi dari Ketua Tim Kegiatan Dr. Irwansyah, perwakilan DLH Kota Banjarmasin, serta Ketua Karang Taruna Kota Banjarmasin.
4. Menggelar FGD Bersama Warga: Siapkan Pelatihan Kader hingga Program Tabungan Tukar Sampah

Universitas Lambung Mangkurat menggelar Forum Group Discussion (FGD) ULM bersama warga, pada Minggu (7/12/25) malam, sebagai lanjutan Program kolaborasi ULM dan PT Pelindo Terminal Petikemas dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Pelatihan ini akan melibatkan Karang Taruna Kota Banjarmasin dan difokuskan pada delapan RT sebagai proyek percontohan, dengan masing-masing RT mengirim dua kader lingkungan.
Hasil FGD ini didapati sejumlah rencana masukan, yang bertujuan untuk membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah, dan rencana penerapan tabungan bank sampah serta penyediaan bak sampah pilah di sejumlah titik RT, dengan dukungan aktif dari masyarakat setempat.
5. Bekali Pengetahuan Pilah-Pengelolaan Sampah kepada Fasilitator dan Kader Lingkungan

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar pelatihan kepada 29 fasilitator dan kader lingkungan dari masyarakat Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, di Aula Kelurahan Telaga Biru, Sabtu (20/12/25) pagi.
Dengan mengangkat tema “Pelatihan Fasilitator dan Kader Lingkungan dalam Penggunaan Modul serta Pengelolaan Sampah (3R) Berbasis Komunitas”.
Pelatihan ini, sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat lingkungan.
Yang bertujuan untuk pembekalan intensif terkait pengelolaan dan pemilahan sampah yang baik dan benar kepada masyarakat.
6. Realisasi Bak sampah dan Komposter

Tahap akhir, setelah menerima berbagai masukan dari warga serta melaksanakan rangkaian sosialisasi dan pelatihan kepada kader lingkungan, Universitas Lambung Mangkurat merealisasikan bantuan sarana pengelolaan sampah berupa bak sampah pilah dan komposter kepada masyarakat Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Total terdapat delapan titik penerima bantuan, terdiri dari tujuh titik di lingkungan RT dan satu titik di Sekolah Dasar. Masing-masing titik menerima tujuh set bak sampah pilah (organik, daur ulang, dan residu) serta satu unit komposter yang diperuntukkan mendukung pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Secara awal, program ini telah mengaktifkan delapan RT sebagai pilot area, membentuk 29 kader dan fasilitator lingkungan, serta memunculkan praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga sebagai fondasi pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Ke depan, kolaborasi antara Universitas Lambung Mangkurat, PT Pelindo Terminal Petikemas, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
Program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek atas persoalan sampah, tetapi juga fondasi penguatan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Sinergi multipihak menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas. (Ilh)

Tinggalkan Balasan