temanmedia.id, BANJARMASIN – Pada Jumat pagi (5/6/2026) di Jalan Gubernur Syarkawi KM 5 Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan tampak pemandangan tak biasa. Disana Polisi berseragam dan petani berbaur di tengah lahan jagung, mengupas satu per satu buah jagung.

Mereka sedang berperang melawan hama ulat yang mengancam panen. Ini bukan operasi biasa, tapi ikhtiar terakhir setelah lima kali penyemprotan pestisida gagal total membasmi ulat.

Plh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul R.K. Siregar lewat Kasi Humas Ipda Adi Harry Sucahyo mengatakan, serangan ulat sangat masif. Jika dibiarkan, petani bisa rugi besar.

“Kami dan petani sekarang patroli tiap pagi dan sore. Ulatnya kami cari lalu dimusnahkan manual. Kulit jagung juga kami kupas biar kena matahari,” jelas Ipda Adi sambil memegang tongkol.

Lahan seluas 5 hektar itu ditanam sejak 9 Maret 2026. Kini 3 hektar di antaranya sudah berumur 90 hari dan siap panen dalam waktu dekat.

Bagi petani, jagung ini harapan ekonomi keluarga. Karena itu, saat pestisida tak mempan, mereka sepakat pakai cara tradisional dibantu Polresta Banjarmasin.

“Alhamdulillah polisinya mau turun langsung. Capek memang, tapi daripada gagal panen lebih baik begini,” kata salah satu petani yang enggan disebut namanya.

Kolaborasi ini jadi bukti ketahanan pangan bukan cuma slogan. Ada keringat petani dan polisi yang sama-sama berjibaku di lahan rawa KM 5.

Ipda Adi menegaskan pendampingan akan terus dilakukan sampai panen tuntas. Targetnya, jagung bisa dipanen bulan ini tanpa kerugian berarti.

“Ini bentuk nyata Polri hadir untuk masyarakat. Panen sukses, petani senang, kebutuhan pangan warga Banjar juga aman,” tutupnya sambil tersenyum. (Sal)