temanmedia.id, BANJARMASIN – Memasuki jenjang sekolah dasar tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan anak dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.
Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin terus mengajak keluarga memberikan kesempatan kepada anak mengikuti pendidikan prasekolah setidaknya selama satu tahun.
Ajakan tersebut disampaikan Bunda PAUD Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani saat mengikuti Kampanye Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan, Rabu (12/8/2026).
“Kenapa penting satu tahun prasekolah? Karena di usia dini merupakan masa penting dalam pembentukan fondasi anak. Sebelum masuk SD, anak-anak diharapkan sudah memiliki bekal untuk bersosialisasi, lebih mandiri, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan serta teman-teman sebayanya,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan prasekolah memiliki peran lebih luas daripada sekadar mengajarkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung.
Pada tahap tersebut, anak mulai membangun kemampuan komunikasi, sosial, emosional, kemandirian serta kesiapan mengikuti proses pembelajaran.
“Pendidikan anak usia dini adalah hak setiap anak. Di usia dini merupakan masa penting dalam pembentukan fondasi anak,” tegasnya.
Fondasi yang terbentuk sejak usia dini dinilai akan membantu anak ketika mulai memasuki lingkungan pendidikan dasar.
“Pengalaman berinteraksi dengan guru dan teman sebaya juga menjadi bagian dari proses anak belajar memahami lingkungan di luar keluarga,” bebernya.
Karena itu, orang tua di Kota Banjarmasin diminta tidak melewatkan kesempatan memberikan pendidikan prasekolah kepada anak sebelum masuk SD.
“Ulun Hj. Neli Listriani, selaku Bunda PAUD Kota Banjarmasin, menyerukan kepada Ibunda dan Ayah yang ada di Kota Banjarmasin untuk memasukkan anaknya ke jenjang PAUD, satu tahun prasekolah sebelum SD,” tuturnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memperkuat fondasi pendidikan anak.
Dukungan keluarga menjadi penting karena proses pendidikan anak tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah.
Peran orang tua bahkan menjadi bagian pertama dalam membentuk pengalaman dan karakter anak. Interaksi sederhana di rumah dapat menjadi stimulasi yang membantu perkembangan anak apabila dilakukan secara konsisten.
“Walaupun pertanyaannya terlihat sangat remeh, tetap kita stimulasi anak. Jangan membandingkan prestasi anak dengan teman seusianya. Setiap anak memiliki proses dan perkembangannya masing-masing,” katanya.
Menurutnya, orang tua perlu memberikan ruang kepada anak untuk berkembang sesuai dengan tahapannya. Respons terhadap pertanyaan, ajakan berbicara dan penghargaan terhadap proses belajar anak dapat menjadi bentuk stimulasi yang sederhana namun bermakna.
“Kita harus sempatkan bermain dengan anak walaupun cuma sebentar. Di tengah kesibukan Ayah dan Bunda, tetap wajib menyempatkan bermain. Itu yang akan membuat core memory anak menjadi baik,” lanjutnya.
Waktu bersama keluarga dinilai memiliki peran dalam membangun kedekatan emosional anak. Karena itu, kesibukan orang tua tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghilangkan kesempatan anak mendapatkan perhatian dan pengalaman bermain bersama keluarga.
Selain keluarga, keberhasilan program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kampanye yang dilakukan dari kecamatan ke kecamatan melibatkan kader Pokja Bunda PAUD, guru, tokoh masyarakat, LPMK hingga RT/RW.
“Kita tentu harus bergerak bersama. Keberhasilan program ini tidak bisa bertumpu pada pemerintah kota dan Pokja PAUD saja, tetapi membutuhkan partisipasi dan dukungan penuh dari orang tua dan lapisan masyarakat,” tegasnya.
Keterlibatan unsur kewilayahan tersebut diharapkan membantu pemerintah menjangkau anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan prasekolah.
Edukasi juga tidak hanya dilakukan melalui forum pertemuan, tetapi dibawa lebih dekat dengan kondisi keluarga dan lingkungan tempat anak tumbuh.
Hal itu salah satunya dilakukan melalui kunjungan langsung ke kediaman salah satu keluarga. Pendekatan tersebut menjadi upaya untuk berdialog dengan keluarga sekaligus melihat kebutuhan pendidikan anak secara lebih dekat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama mengatakan pendidikan prasekolah menjadi salah satu fondasi untuk mempersiapkan anak sebelum memasuki sekolah dasar.
“Anak-anak diharapkan dapat ikut satu tahun prasekolah sebelum masuk SD sehingga mereka lebih siap bersosialisasi, memiliki lebih banyak teman, dan mengenal lingkungan baru,” katanya.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membantu anak beradaptasi dengan suasana belajar yang lebih terstruktur. Anak juga memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan mengenal lingkungan baru sebelum memasuki pendidikan dasar.
“Disdik Banjarmasin memberikan dukungan melalui tiga aspek utama, yakni aksesibilitas, kualitas dan keberlanjutan pendidikan anak. Ketiganya menjadi perhatian agar layanan prasekolah dapat dijangkau lebih luas sekaligus tetap memiliki mutu yang baik,” bebernya.
Kader Pokja PAUD, guru dan tokoh masyarakat juga didorong ikut menemukan anak-anak di lingkungan sekitar yang belum mengikuti pendidikan prasekolah.
“Informasi tersebut nantinya dapat ditindaklanjuti untuk memperluas akses layanan pendidikan bagi anak usia dini,” ungkapnya.
Program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah sendiri menjadi bagian dari kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang menempatkan pendidikan prasekolah sebagai fondasi sebelum anak memasuki pendidikan dasar.
Melalui kampanye yang dilakukan secara bertahap di berbagai kecamatan, Pemko Banjarmasin berharap kesadaran mengenai pentingnya satu tahun pendidikan prasekolah semakin kuat di tingkat keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian, kesiapan anak menuju SD tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kemampuan bersosialisasi, berkomunikasi, mengelola emosi, mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan.

Tinggalkan Balasan