temanmedia.id, BANJARMASIN – Sebanyak 29 fasilitator dan kader lingkungan dari masyarakat Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, mendapatkan pembekalan intensif terkait pengelolaan dan pemilahan sampah yang baik dan benar.
Pelatihan ini digelar oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan mengusung tema “Pelatihan Fasilitator dan Kader Lingkungan dalam Penggunaan Modul serta Pengelolaan Sampah (3R) Berbasis Komunitas”. Yang berlangsung di Aula Kelurahan Telaga Biru, Sabtu (20/12/2025) pagi.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Tim Kegiatan ULM, Dr. Irwansyah, S.Sos, M.Si, dan dihadiri Lurah Telaga Biru, Enny Agustini, serta para narasumber, yakni Ketua Karang Taruna Kota Banjarmasin Atim Susanto dan Ketua Karang Taruna Cempaka Raya Sulistyo. Turut hadir juga jajaran akademisi dan mahasiswa ULM.
Dr. Irwansyah menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus pemahaman kepada kader lingkungan agar mampu mengelola sampah secara mandiri di tingkat komunitas.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin melahirkan kader-kader lingkungan yang dapat menjadi penggerak pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayahnya masing-masing,” ujar Dr Irwansyah didampingi Tim Dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Dr Maya Sari Dewi, S.Sos, MM, dan Chandra, S.Pi, M.Si kepada media ini.
Seperti diketahui, kegiatan ini merupakan tindak lanjut kolaborasi antara Universitas Lambung Mangkurat dan PT Pelindo Terminal Petikemas, yang bertujuan memberikan pembekalan kepada masyarakat terkait penanganan sampah, mulai dari rumah tangga hingga lingkungan sekitar.

Di sisi lain, sebagai bentuk dukungan sarana dan prasarana, ULM juga mendistribusikan fasilitas pemilahan sampah kepada warga. Bantuan tersebut berupa bak sampah tiga jenis, yakni organik, daur ulang, dan residu, serta komposter.
“Total ada 8, diantaranya yakni 7 wilayah RT dan satu Sekolah Dasar yang masing-masing menerima 7 set bak sampah dan 1 komposter,” jelas Dr. Irwansyah.
Ia menambahkan, setelah pelatihan dan distribusi sarana tersebut, pihaknya dari ULM akan terus melakukan pendampingan, pengawasan, dan monitoring guna memastikan program berjalan optimal.
“Kami berharap pilot project ini dapat diterapkan di kelurahan lain. Respons dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sangat positif, dan jika hasilnya baik, program ini akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Banjarmasin untuk diterapkan di wilayah lainnya,” harap Dekan Terpilih Fisip ULM itu.

Tinggalkan Balasan