temanmedia.id, BANJARMASIN – Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin mengikuti kuliah lapangan di Wisata Kuliner Kampung Ketupat, Selasa (20/5). Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung di luar ruang kelas.

Sebanyak 148 mahasiswa angkatan 2024 yang saat ini menempuh semester dua turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kuliah lapangan ini merupakan bagian dari mata kuliah Kewirausahaan yang salah satunya diasuh oleh Dr. Irwansyah, S.Sos., MM.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa diajak menyaksikan secara langsung aktivitas dan dinamika pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Ketupat. Tidak hanya sebatas observasi, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi serta pengembangan ide bisnis mahasiswa.

“Mahasiswa terlihat sangat antusias. Biasanya mereka belajar di dalam kelas, kali ini kami ajak langsung melihat praktik UMKM di lapangan, salah satunya di Kampung Ketupat,” ujar Dr. Irwansyah.

Ia menambahkan, sejumlah mahasiswa bahkan telah mulai mengembangkan produk sendiri dan membawanya untuk diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

“Kami bangga karena sudah ada mahasiswa yang berani memulai usaha sejak dini,” tambahnya.

Dr. Irwansyah yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) ULM menjelaskan, kuliah lapangan ini bertujuan mengasah kreativitas dan ide bisnis mahasiswa, mulai dari pengembangan produk, teknik pengemasan, hingga strategi pemasaran.

“Apa yang dipelajari hari ini akan kami lanjutkan dengan diskusi penyusunan business plan, agar mahasiswa siap menjalankan usaha secara nyata dan memiliki jiwa kewirausahaan sejak sekarang,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga dihadiri alumni Prodi Administrasi Bisnis, Muhammad Mustakim, S.Sos., M.AB, yang kini menjabat sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin. Kehadirannya memberikan motivasi tersendiri bagi para mahasiswa.

“Sebagai alumni, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi kepada adik-adik mahasiswa,” ujar Mustakim.

Ia menekankan pentingnya memiliki jiwa kewirausahaan, meski tidak semua harus menjadi pelaku bisnis. “Kita dituntut mampu menjual gagasan, jasa, serta membangun relasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mustakim juga mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi dan mengikuti berbagai kegiatan sebagai bekal membangun karakter dan jejaring. Ia pun membuka peluang kolaborasi dengan mahasiswa ULM di masa mendatang.

“Jika ada mahasiswa ULM yang ingin berdiskusi atau berkolaborasi, saya sangat terbuka. Karena saya merasa tetap menjadi bagian dari ULM,” tegasnya. (Ilh)