temanmedia.id, TANAH BUMBU – Respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu berhasil menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Satiung, Kecamatan Kusan Tengah.

Kebakaran tersebut menghanguskan lahan sekitar lima hektare. Sebanyak 20 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian agar api tidak meluas ke wilayah sekitar permukiman warga.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, H. Sulhadi, mengatakan kondisi di lokasi cukup menantang bagi petugas.

“Luas lahan yang terbakar mencapai lima hektare, dan personel yang turun ke lapangan untuk memadamkan api sebanyak 20 orang atau personel gabungan,” kata Sulhadi di Batulicin, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, akses menuju lokasi yang sulit, kepulan asap tebal serta kondisi api yang panas membuat proses pemadaman membutuhkan kewaspadaan tinggi.

“Sulitnya akses menuju lokasi, tebalnya asap dan panasnya api membuat para personel tidak hanya dituntut sigap, tetapi juga harus mempertaruhkan keselamatan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Dalam penanganan tersebut, BPBD mengerahkan enam personel. Mereka diperkuat 12 personel Manggala Agni, satu personel TNI dan satu personel Brimob.

Dengan dukungan perlengkapan keselamatan dan peralatan pemadaman yang tersedia, seluruh personel bekerja bersama untuk mengendalikan api agar tidak menjalar lebih luas.

Sulhadi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Warga juga tidak ada yang harus mengungsi akibat kebakaran.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. BPBD terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab munculnya api.

“Kami tidak main-main, bila ada yang terbukti melakukan pembakaran hutan atau lahan akan diproses secara hukum,” tegasnya.

Ia mengingatkan, karhutla dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari gangguan kesehatan hingga terganggunya aktivitas masyarakat.

“Kasus karhutla dampaknya sangat luas, baik dari kesehatan maupun terganggunya aktivitas masyarakat sehari-hari,” katanya.

Pasca pemadaman, BPBD Tanah Bumbu masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Selain patroli langsung, tim juga memanfaatkan drone untuk melakukan pemantauan jarak dekat. Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi titik api lebih dini, memantau kawasan yang sulit dijangkau serta membantu petugas di darat mengambil tindakan lebih cepat.

Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar bara atau titik api yang masih tersisa tidak kembali berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Sulhadi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kondisi cuaca berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla,” pungkasnya.