temanmedia.id, BANJARMASIN – Upaya Pemerintah Kota Banjarmasin memperjuangkan keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir mulai membuahkan hasil.

Setelah bertemu jajaran PT PLN (Persero) di Kantor Pusat Jakarta, pemerintah daerah memperoleh kepastian bahwa durasi pemadaman akan dikurangi mulai 29 Juli 2026 dan sistem kelistrikan ditargetkan kembali normal pada 4 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda bersama Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar atas arahan Wali Kota H. M. Yamin HR.

Didampingi General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono dan diterima Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero), Saleh Siswanto.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Banjarmasin menyampaikan secara langsung berbagai dampak yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik, mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga, layanan publik, hingga kerugian yang dialami pelaku usaha dan UMKM.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda mengatakan kedatangannya ke PLN Pusat merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal aspirasi masyarakat sekaligus meminta kepastian penyelesaian persoalan kelistrikan.

“Atas instruksi Bapak Wali Kota, kami datang langsung ke PLN Pusat untuk menyampaikan seluruh keluhan masyarakat, mulai dari dampak terhadap UMKM, rumah tangga, sektor usaha, hingga layanan publik. Kami juga meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman, langkah penanganan, serta bentuk kompensasi yang menjadi hak masyarakat,” ujarnya.

Selain menyampaikan keluhan, rombongan juga menyoroti dampak lanjutan akibat padamnya listrik yang menyebabkan jaringan telekomunikasi ikut terganggu karena sejumlah BTS kehilangan pasokan daya. Kondisi tersebut dinilai memperparah gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

“Masyarakat juga melaporkan berbagai kerugian lain, seperti rusaknya peralatan elektronik, matinya ribuan ternak, hingga ASI yang disimpan di lemari pendingin tidak lagi layak digunakan akibat listrik padam dalam waktu lama,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, PLN memaparkan kondisi sistem kelistrikan melalui pusat pengendalian operasional. Perusahaan menjelaskan gangguan terjadi akibat kerusakan pada tiga pembangkit listrik tenaga uap, yakni PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong, yang menyebabkan defisit daya sekitar 250 megawatt pada sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Berdasarkan hasil pembahasan, PLN menyatakan durasi pemadaman bergilir mulai dipersingkat menjadi sekitar tiga jam. Sementara proses perbaikan seluruh pembangkit ditargetkan rampung pada 3 Agustus 2026 sehingga pasokan listrik dapat kembali normal sehari setelahnya.

“Alhamdulillah, kami memperoleh kepastian bahwa durasi pemadaman mulai dikurangi sejak hari ini. Insyaallah, apabila proses perbaikan berjalan sesuai rencana, pada 4 Agustus kondisi kelistrikan akan kembali normal. Tentu kami akan terus mengawal komitmen ini agar benar-benar terealisasi,” tegas Ananda.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin tidak akan berhenti pada pertemuan tersebut. Menurutnya, koordinasi dengan PLN akan terus dilakukan hingga seluruh keluhan masyarakat ditindaklanjuti dan pelayanan kelistrikan kembali berjalan normal.

“Kami memahami betapa besar dampak yang dirasakan masyarakat. Karena itu, seluruh aspirasi telah kami sampaikan secara langsung kepada PLN Pusat. Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus mengawal penyelesaian persoalan ini sampai masyarakat kembali mendapatkan pelayanan kelistrikan yang normal dan andal,” pungkasnya.