temanmedia.id, BANJARMASIN – Puluhan warga yang tergabung dalam IKM Hijau Lestari di kawasan Kayu Tangi II RT 20, Kecamatan Banjarmasin Utara mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga sekaligus pendampingan optimalisasi pemasaran produk kompos agar memiliki nilai jual di pasaran.

Kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) yang dilaksanakan kelompok dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) bersama para mahasiswa, Kamis (18/6/2026).

Mengusung tema “Optimalisasi Digital Marketing Pupuk Kompos IKM Hijau Lestari”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Selain memberikan pelatihan teori dan praktik, Tim PDWA Prodi Manajemen FEB ULM yang diketuai Dr. Hj. Dahniar, S.E., M.Si., juga menyerahkan bantuan berupa dua unit tong sampah dan dua alat komposter kepada para pegiat dan agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang tergabung dalam IKM Hijau Lestari.

Pada kesempatan itu, tim PDWA Prodi Manajemen FEB ULM juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos serta sosialisasi mengenai manfaat pemanfaatan sampah organik bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Ketua Tim PDWA FEB ULM, Dr. Hj. Dahniar, S.E., M.Si.,  mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat yang selaras dengan upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengatasi persoalan sampah.

“Program ini kami kaitkan dengan agen 3R karena sejalan dengan program pemerintah dalam menanggulangi masalah sampah yang saat ini menjadi persoalan sosial di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pendekatan berbasis masyarakat, warga diajak untuk mulai mengurangi sampah dari sumbernya, memanfaatkan kembali barang yang masih bernilai guna, serta mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat.

“Melalui agen 3R, masyarakat diajak mengurangi sampah sejak dari rumah, memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan, dan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai manfaat,” jelas dosen Prodi Manajemen ULM itu.

Ia menambahkan, program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan di kawasan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat, pada tahun 2025 lalu. Program tersebut dinilai berhasil mendorong masyarakat mengembangkan produksi pupuk kompos berbasis sampah rumah tangga secara mandiri.

Bahkan pada pelaksanaan PDWA di IKM Hijau Lestari tahun ini, pihaknnya juga turut menggandeng Bank Sampah Bahagia Teluk Tiram untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos kepada warga di Kayu Tangi II.

“Karena program sebelumnya berhasil, maka tahun ini kami melanjutkannya di kawasan Kayu Tangi. Harapannya masyarakat di sini juga mampu mengembangkan pengolahan kompos secara mandiri,” katanya.

Dr. Dahniar berharap keterampilan yang diberikan nantinya dapat berkembang menjadi peluang usaha baru berbasis lingkungan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Jika pembuatan pupuk kompos ini sudah dikuasai masyarakat, ke depan bisa berkembang menjadi usaha UMKM dan produknya berpotensi dipasarkan lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 20 Kayu Tangi II, H. Hartoyo menyambut baik bantuan dan pelatihan yang diberikan tim PDWA FEB ULM. Menurutnya, fasilitas dan pengetahuan yang diberikan akan sangat membantu masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih produktif.

“Dengan pelatihan ini, Insya Allah akan kami praktikkan untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. Harapan kami lingkungan di Kayu Tangi II semakin bersih dan terbebas dari tumpukan sampah,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, FEB ULM berharap dapat mendorong terciptanya budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos. (Ilh)