temanmedia.id, BANJARMASIN – PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat dan pelaku usaha melalui keikutsertaannya sebagai narasumber pada MEP Banua Talks Episode #1, Jumat (10/7/2026).

Mengusung tema “Pemadaman Bergilir: Dampak Terhadap Operasional Bisnis dan Strategi Efisiensi Pelaku Usaha”, forum tersebut menjadi ruang diskusi untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi sistem kelistrikan, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

Diskusi dipandu oleh Dr. Surti, S.E., M.E., dan menghadirkan Assistant Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Banjarmasin, Muhammad Hendy Saifuddin, Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Banjarmasin, Mujianto, serta Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, Arief Budiman, S.E., MMktg., Ph.D.

Dalam paparannya, Muhammad Hendy Saifuddin menjelaskan bahwa pemadaman bergilir merupakan langkah yang dilakukan pada kondisi tertentu untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan secara menyeluruh.

“PLN senantiasa mengutamakan keandalan sistem kelistrikan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Ketika diperlukan pelaksanaan pemadaman bergilir, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas sistem agar tetap andal. Di sisi lain, kami terus melakukan berbagai upaya perbaikan, penguatan jaringan, serta menyampaikan informasi kepada pelanggan secara transparan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian terhadap aktivitas operasionalnya,” ujarnya.

Sementara itu, Mujianto menekankan pentingnya efisiensi energi sebagai strategi menghadapi berbagai tantangan, baik bagi penyedia layanan maupun pelaku usaha.

“Efisiensi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyedia layanan kelistrikan, tetapi juga menjadi strategi penting bagi pelaku usaha dalam menjaga produktivitas. Melalui pengelolaan operasional yang efektif, pengendalian biaya, dan pemanfaatan energi secara bijak, dunia usaha dapat meningkatkan ketahanan bisnis di tengah berbagai tantangan,” katanya.

Dari sisi akademisi, Arief Budiman menilai pemadaman bergilir perlu dipahami tidak hanya sebagai persoalan teknis, tetapi juga momentum bagi dunia usaha untuk memperkuat strategi bisnis dan mitigasi risiko.

Menurutnya, gangguan pasokan listrik dapat berdampak terhadap produktivitas, biaya operasional, kualitas layanan, hingga daya saing perusahaan. Karena itu, pelaku usaha perlu menyusun strategi yang adaptif, mulai dari efisiensi energi hingga perencanaan keberlangsungan bisnis (business continuity planning).

Melalui forum tersebut, para narasumber juga membahas berbagai strategi yang dapat diterapkan pelaku usaha, seperti optimalisasi penggunaan energi, penyesuaian jadwal operasional, pemanfaatan teknologi pendukung, hingga penguatan manajemen risiko.

Keikutsertaan PLN UP3 Banjarmasin dalam MEP Banua Talks menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal sekaligus membangun ruang dialog yang konstruktif bersama masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha. (Adv/Ilh)