temanmedia.id – Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah kenabian yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW.

Secara harfiah, peristiwa ini terdiri dari dua bagian perjalanan yang berbeda namun terjadi dalam satu malam yang sama pada tanggal 27 Rajab.

Perjalanan dimulai dengan Isra, yaitu perjalanan darat dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Di zaman tersebut, jarak antara kedua kota ini biasanya harus ditempuh selama satu bulan perjalanan dengan unta, namun Nabi Muhammad melaluinya hanya dalam hitungan detik dengan mengendarai Buraq, sebuah makhluk surgawi yang kecepatannya digambarkan seperti kilat.

Setelah tiba di Masjidil Aqsa dan memimpin shalat berjamaah bersama para Nabi terdahulu, perjalanan berlanjut ke tahap kedua yang disebut Miraj.

Nabi Muhammad SAW didampingi oleh Malaikat Jibril naik menembus lapisan langit pertama hingga langit ketujuh.

Di setiap lapisan langit, beliau disambut oleh para Nabi seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Musa, hingga Nabi Ibrahim. Puncak dari perjalanan ini adalah ketika Nabi mencapai Sidratul Muntaha, sebuah tempat yang melampaui batas pengetahuan makhluk manapun dan menjadi simbol kedekatan antara hamba dengan Sang Pencipta.

Penting untuk dipahami bahwa Isra Miraj terjadi di masa yang dikenal sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Saat itu, Nabi Muhammad SAW baru saja kehilangan istri tercintanya, Siti Khadijah, dan paman setianya, Abu Thalib. Perjalanan ini merupakan bentuk “hiburan” dan pemuliaan langsung dari Allah SWT untuk menguatkan hati Rasulullah dalam menghadapi ujian dakwah yang berat.

Di tempat tertinggi tersebut, Nabi tidak membawa pulang harta duniawi, melainkan sebuah amanah suci berupa perintah shalat lima waktu yang menjadi kewajiban utama bagi seluruh umat Islam hingga akhir zaman.

Hingga hari ini, Isra Miraj terus dipelajari bukan hanya dari sisi teologis, tetapi juga dari perspektif filosofis dan ilmu pengetahuan.

Peristiwa ini mengajarkan tentang keterbatasan logika manusia di hadapan kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas.

Bagi umat Islam, peringatan Isra Miraj adalah momen untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas shalat, karena shalat itu sendiri sering dijuluki sebagai “Miraj-nya orang beriman” sebuah sarana bagi manusia untuk berkomunikasi dan merasa dekat dengan Allah SWT setiap harinya.