temanmedia.id, BANJARMASIN – Peningkatan kualitas pelayanan Posyandu di Kota Banjarmasin masih menghadapi tantangan pada sisi sarana dan prasarana. Sejumlah Posyandu dinilai belum memiliki tempat pelayanan yang definitif sehingga kegiatan masih harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Yanuardiansyah mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi setelah posisi Posyandu Banjarmasin dalam penilaian tingkat provinsi mengalami penurunan.
“Sebelumnya kita di posisi ketiga, penilaian terakhir kita berada pada peringkat keenam,” ungkap Yanuar saat Jambore Kader Posyandu tingkat Kota Banjarmasin di Aula Sekretariat Bersama Khatib Dayyan, Kamis (17/9/2026) siang.
Menurutnya, penurunan tersebut bukan disebabkan oleh kemampuan para kader. Justru dari sisi kemampuan individu, kader Posyandu Banjarmasin dinilai sudah memiliki kapasitas yang baik.
“Dari segi bina kemampuan, para kader kita ini luar biasa. Namun, kelemahan kita ada pada sarana dan prasarana. Posyandu kita kebanyakan belum memiliki tempat yang definitif, masih berpindah-pindah, kadang di rumah warga atau mushola,” jelasnya.
Yanuar mengatakan, persoalan tempat pelayanan menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi agar kegiatan Posyandu dapat berjalan lebih optimal. Ia pun menegaskan komitmen untuk mengupayakan lokasi Posyandu yang tidak lagi berpindah-pindah.
Upaya pembenahan tersebut juga perlu diiringi dengan peningkatan kemampuan kader. Sebab, semakin luasnya peran Posyandu membuat kader dituntut mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Tim Penggerak Posyandu Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani mengatakan, kader tidak cukup hanya aktif mengikuti kegiatan Posyandu. Mereka juga perlu terus mengembangkan keterampilan, kemampuan komunikasi dan pengetahuan agar kualitas pelayanan semakin baik.
“Yang perlu kita lakukan adalah terus mengasah kemampuan, keterampilan klinik, komunikasi, serta mengadopsi inovasi dalam seluruh pelayanan kesehatan,” ujar Neli.
Menurut Neli, Jambore Kader Posyandu menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kapasitas tersebut. Kegiatan tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi kader untuk mengasah kemampuan yang dibutuhkan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui penguatan 25 keterampilan dasar Posyandu yang menjadi bekal kader dalam menjalankan tugas di lapangan.
Selain peningkatan kapasitas, jambore juga menjadi momentum memberikan apresiasi kepada kader yang selama ini terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat. Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras mereka.
Capaian kader Posyandu Banjarmasin juga terlihat pada tingkat provinsi. Posyandu Antasan Indah 2, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, meraih Juara VI kategori Pemberdayaan Masyarakat tingkat Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Khairunnisa yang merupakan kader Posyandu Antasan Indah 2 berhasil meraih Juara I kategori individu pada ajang tingkat provinsi tersebut.
Dalam Jambore Kader Posyandu tingkat Kota Banjarmasin 2026, para kader terbaik dari kecamatan hingga kelurahan turut berkompetisi. Salah satu kegiatan yang digelar yakni lomba cerdas cermat dengan materi 25 keterampilan dasar Posyandu.
Untuk kategori Kader Posyandu Berprestasi, peringkat pertama diraih Eka Sri Lestari dari Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Peringkat kedua Munawwaroh dari Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria, Sungai Andai, dan peringkat ketiga Siti Nurlia dari Pos Pelayanan Terpadu Antasan Indah 1, Antasan Besar.
Sementara untuk kategori Posyandu Berprestasi, peringkat pertama diraih Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3 Kelurahan Pemurus Baru, disusul Pos Pelayanan Terpadu Mekar Raya Kelurahan Pekapuran Raya di posisi kedua dan Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria Kelurahan Sungai Andai di posisi ketiga.
Penguatan kapasitas kader dan pembenahan sarana prasarana diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga Posyandu di Kota Banjarmasin mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan