temanmedia.id, BANJARMASIN – Peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tahun ini akan berlangsung tanpa rangkaian kegiatan hiburan dan kemeriahan.
Pemerintah Kota Banjarmasin memilih meniadakan agenda tersebut di tengah sejumlah kondisi yang sedang dihadapi masyarakat.
Keputusan itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR melalui tayangan video yang diunggah akun resmi Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (16/9/2026).
Yamin menyebut keputusan tersebut bukan hal yang mudah. Terlebih, persiapan peringatan lima abad Banjarmasin sebelumnya telah melibatkan banyak pihak, termasuk pelaku usaha dan penyelenggara kegiatan.
“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan tersebut,” katanya.
Namun, kondisi masyarakat menjadi pertimbangan utama. Saat ini Kalimantan Selatan masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang turut memengaruhi kualitas udara di Banjarmasin.
Menurut Yamin, kondisi tersebut berdampak pada aktivitas warga, termasuk pelajar hingga masyarakat yang bekerja di Kota Banjarmasin.
“Kejadian ini diiringi dengan timbulnya penyakit gangguan pernapasan yang sangat mengganggu seluruh aktivitas warga Kota Banjarmasin, mulai dari siswa, siswi pelajar, sampai masyarakat yang bekerja di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Persoalan kekeringan dan ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian. Perubahan kadar air asin disebut turut berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat serta sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.
Di sisi lain, musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 turut menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk peringatan Hari Jadi ke-500. Proses pencarian dan penanganan korban masih berlangsung, sementara sejumlah keluarga masih menanti kabar anggota keluarganya.
“Masih ada keluarga yang sampai hari ini menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” jelasnya.
Atas keputusan tersebut, Yamin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang telah mempersiapkan rangkaian perayaan, termasuk pelaku usaha yang berpotensi terdampak.
Meski tanpa kemeriahan, Yamin menegaskan usia 500 tahun Banjarmasin tetap memiliki makna penting. Menurutnya, ukuran sebuah kota bukan hanya dilihat dari bagaimana hari jadinya dirayakan, tetapi juga dari kepedulian masyarakat ketika menghadapi situasi sulit.
“Sebuah kota tidak hanya menjadi besar karena sebuah kemeriahan perayaannya, sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakatnya,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan momentum lima abad Banjarmasin sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap mereka yang sedang menghadapi musibah.
“Kota telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena tidak memilih untuk merayakannya,” tegasnya.
Menurutnya, perhatian juga perlu diberikan kepada keluarga korban, mereka yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang saat ini bekerja di lapangan.
Menutup pernyataannya, Yamin mengajak masyarakat Banjarmasin untuk bersama-sama menghadapi berbagai persoalan yang terjadi.
“Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan