temanmedia.id, BANJARMASIN –  Persaingan pasar rakyat dengan ritel modern dan platform belanja daring menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Banjarmasin.

Di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengutamakan kecepatan dan kemudahan, pasar tradisional dinilai harus segera berbenah agar tidak kehilangan daya saing.

Kondisi tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan sosialisasi dan diskusi Penguatan Daya Saing Pasar Rakyat yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan itu melibatkan ratusan perwakilan pedagang pasar secara bertahap untuk membahas penataan dan pengembangan pasar rakyat di Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengatakan pasar rakyat masih memiliki peran penting sebagai pusat ekonomi masyarakat kecil dan tempat tumbuhnya aktivitas sosial masyarakat.

“Pasar rakyat merupakan urat nadi ekonomi kerakyatan kita. Di sana roda ekonomi masyarakat kecil kita bergerak, lapangan pekerjaan tercipta, dan interaksi sosial tumbuh setiap hari,” ujarnya.

Namun demikian, Yamin mengakui masih banyak persoalan yang dihadapi pasar tradisional di Banjarmasin, mulai dari penataan kawasan, pengelolaan pasar, hingga standar kenyamanan dan pelayanan yang dinilai belum mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.

Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat harus menjadi perhatian serius agar pasar rakyat tidak semakin ditinggalkan.

“Kita tahu masyarakat saat ini memiliki opsi belanja yang kian beragam dan lebih cepat, bahkan sesuai pola konsumsi mereka. Kalau tidak menyesuaikan dan menutup mata, maka pedagang kita di pasar akan semakin tertinggal,” katanya.

Karena itu, Pemko Banjarmasin mulai mendorong revitalisasi pasar tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga pembenahan tata kelola dan manajemen pengelolaan pasar, di mana keberadaan fasilitas yang baik tidak akan berdampak besar apabila tidak diiringi perubahan pola pengelolaan dan perilaku para pengelola maupun pedagang.

“Kami saat ini terus berupaya untuk mendorong revitalisasi pasar baik secara fisik maupun tata kelolanya. Infrastruktur yang layak itu belum cukup membuat pasar ramai apabila tata pengelolaan tidak diubah,” tegasnya.

Ia juga meminta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar sebagai leading sector pengelolaan pasar agar lebih aktif dalam menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat di Kota Banjarmasin.

“Kami juga mendorong peran aktif Perumda Pasar yang sejatinya sebagai leading sektor pengelolaan. Memang tidak mudah dengan berbagai persoalannya, tentu kita membenahinya pelan-pelan dan menghidupkan kembali geliat pasar, khususnya di pasar-pasar besar seperti Pasar Antasari,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disperdagin Banjarmasin, Noorsyahdi, menjelaskan forum diskusi tersebut sengaja dibuat untuk menyerap aspirasi pedagang sekaligus menyamakan persepsi terkait arah pengembangan pasar rakyat ke depan.

“Kita tahu Banjarmasin ini kota perdagangan dan jasa, makanya sosialisasi dan diskusi bersama para pedagang atau pelaku usaha pasar pada hari ini menjadi sangat penting,” jelasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pedagang dapat terus diperkuat, terutama dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan pasar.

“Sesuai arahan Pak Wali tadi, bagaimana betul-betul bersinergi pedagang dan pemerintahnya agar para pedagang bisa menjaga dan memelihara kebersihan, keamanan, dan kenyamanannya,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemko Banjarmasin berharap pasar rakyat mampu bertransformasi menjadi pusat ekonomi daerah yang lebih modern, kompetitif, dan tetap menjadi tumpuan ekonomi masyarakat kecil.