temanmedia.id, BANJAR – PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gambut kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan dan penggunaan listrik yang aman. Bertempat di Kantor Kecamatan Liang Anggang, PLN ULP Gambut berkolaborasi dengan Polsek Liang Anggang menggelar kegiatan Sosialisasi Penggunaan Listrik yang Aman kepada masyarakat Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 20 Oktober 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan Ketua RT dan RW di Kecamatan Liang Anggang. Dalam kegiatan tersebut, tim PLN menyampaikan informasi seputar cara menggunakan listrik secara aman, pentingnya instalasi listrik yang sesuai standar, pencegahan bahaya korsleting, serta langkah-langkah penanganan awal jika terjadi gangguan listrik di lingkungan rumah atau desa.
Kabag Bina Humas Polsek Liang Anggang, Taufik menjelaskan latar belakang diadakannya sosialisasi ini adalah maraknya kasus kebakaran yang terjadi di daerah Liang Anggang. “Dalam satu bulan terakhir ini sudah terjadi tiga kali kasus kebakaran yang disebabkan korsleting listrik. Kami harap melalui sosialisasi ini dapat mengedukasi warga bagaimana penggunaan listrik yang aman di rumah sehingga tidak lagi terjadi kasus kebakaran di daerah Liang Anggang”.
Camat Liang Anggang, Taufik purwanto S.STP M.AP menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Adanya kolaborasi antara Polsek Liang Anggang dengan PLN ULP Gambut ini merupakan wujud komitmen bersama untuk mewujudkan keamanan di daerah Liang Anggang.
Team Leader K3LK ULP Gambut, Rizky Caesariza menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya preventif PLN untuk meminimalisasi risiko kecelakaan dan kebakaran akibat kelalaian dalam penggunaan listrik.
“Penggunaan listrik yang aman dan produktif di rumah dapat meminimalisir terjadinya korsleting di rumah. Seringkali korsleting disebabkan oleh penggunaan kabel yang tidak standar, over kapasitas colokan listrik, atau instalasi ilegal yang dapat menyebabkan kebakaran dan merugikan banyak pihak,” ujar Rizky.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengecek instalasi rumahnya setiap lima tahun sekali agar dapat melihat kondisi kabel yang sudah rusak atau terkelupas sehingga dapat dilakukan pencegahan terjadinya kebakaran. Keselamatan adalah prioritas utama sehingga setiap rumah wajib memiliki Sertifikat Layak Operasi (SLO) untuk keamanan instalasi,” tambahnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang hadir. Selain sesi paparan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada tim PLN. Berbagai topik dibahas, mulai dari tarif listrik subsidi, pengamanan instalasi di rumah, hingga proses pengaduan jika terjadi gangguan.
Salah satu Ketua RT, Bapak Romli, menyampaikan apresiasinya atas sosialisasi yang diberikan PLN.
“Kami selama ini masih banyak yang belum tahu bagaimana jenis kabel yang standar atau bagaimana melaporkan gangguan seperti tiang roboh, kabel terkelupas ke PLN. Kegiatan seperti ini sangat membantu, apalagi dijelaskan langsung oleh pihak PLN,” ungkapnya.
Selain penyuluhan, PLN juga membagikan materi edukatif dalam bentuk kalender sebagai bentuk kampanye penggunaan listrik yang sesuai standar.

Tinggalkan Balasan